Workshop Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif untuk Pendidikan Agama Islam Anak Usia Dini
Kata Kunci:
Media pembelajaran interaktif, pendidikan agama Islam, anak usia dini, pengembangan kompetensi guru, teknologi pembelajaranAbstrak
Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam Anak Usia Dini dalam mengembangkan media pembelajaran interaktif yang inovatif dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Workshop dilaksanakan selama tiga hari dengan melibatkan 35 guru dari berbagai lembaga PAUD Islam di wilayah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah interaktif, demonstrasi penggunaan tools digital, praktik langsung pengembangan media, diskusi kelompok, dan pendampingan intensif dalam pembuatan media pembelajaran. Materi workshop mencakup konsep dasar media pembelajaran interaktif, prinsip-prinsip pembelajaran anak usia dini dalam perspektif Islam, karakteristik perkembangan kognitif dan sosio-emosional anak, teknik pengembangan media berbasis teknologi digital, integrasi nilai-nilai keislaman dalam media pembelajaran, serta evaluasi efektivitas dan kualitas media pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan yang signifikan dalam mengembangkan media pembelajaran interaktif, dengan skor rata-rata post-test meningkat 45 persen dibandingkan pre-test. Evaluasi pasca workshop mengindikasikan bahwa 87 persen peserta berhasil mengembangkan minimal satu prototype media pembelajaran yang dapat diaplikasikan di kelas masing-masing, dengan tingkat kualitas yang bervariasi dari kategori cukup hingga sangat baik. Media yang dikembangkan meliputi aplikasi mobile berbasis Android untuk pengenalan huruf hijaiyah dan kosakata Arab, video animasi interaktif tentang kisah para nabi dan adab-adab dalam Islam, game edukasi untuk pembelajaran rukun Islam dan rukun iman, serta multimedia presentasi interaktif yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan konten pembelajaran anak usia dini. Follow-up yang dilakukan satu bulan pasca workshop menunjukkan bahwa 78 persen peserta telah mengimplementasikan media yang mereka kembangkan dengan respon positif dari anak-anak dan orangtua.
